Kapal "Aung Takon" tersebut tenggelam pada Jumat, 13 Maret sekitar pukul 20.30 waktu setempat, setelah bertolak dari kota Kyaukphyu menuju kota Sittwe di negara bagian Rakhine, Myanmar barat.
"Kami telah mendapatkan 21 jasad, dua pria dan 19 wanita. Sekitar 26 penumpang masih hilang," ujar seorang perwira polisi di kota Sittwe seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (14/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkannya, sebanyak 167 orang telah berhasil diselamatkan. Tak ada warga asing yang berada di atas kapal feri tersebut.
Tiga kapal Angkatan Laut dan sejumlah kapal swasta dikerahkan untuk menyisir area tenggelamnya kapal, guna mencari para penumpang yang belum ditemukan.
Banyak warga Myanmar yang hidup di kawasan pantai dan sungai, sangat bergantung pada kapal-kapal feri yang tidak terawat sebagai moda transportasi. Insiden kapal karam bukan hal asing di negeri miskin itu.
Pada tahun 2010, sebuah feri tenggelam di wilayah delta Irrawaddy dan menewaskan 10 orang. Sementara 38 orang tewas pada tahun 2008 ketika sebuah kapal tenggelam di Sungai Yway.
(ita/ita)










































