Sejak bulan lalu, pasukan pemerintah Myanmar saat ini tengah memerangi para pemberontak di wilayah perbatasan dengan China. China pun telah mendesak Myanmar untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.
Menurut otoritas China, bom dari pesawat tempur Myanmar tersebut jatuh di ladang tebu di dekat kota Lincang, provinsi Yunnan, China pada Jumat, 13 Maret. Selain menewaskan 4 warga China, 9 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Menteri Luar Negeri China Liu Zhenmin mendesak Dubes Myanmar, Thit Linn Ohn, untuk menyelidiki pengeboman ini dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan warga di wilayah perbatasan.
Atas insiden ini, Angkatan Udara China telah mengerahkan pesawat untuk berpatroli di wilayah perbatasan dan meningkatkan pengamanan wilayah udara China.
Insiden tersebut terjadi setelah beberapa hari lalu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan, sebuah rumah di Yunnan telah terkena serangan artileri dari perbatasan Myanmar. Di wilayah itu, militer Myanmar tengah memerangi kelompok pemberontak.
Beijing sebelumnya telah mengingatkan adanya ancaman pada stabilitas perbatasan terkait memanasnya konflik etnis di wilayah terpencil Kokang, yang berada di negara bagian Shan, Myanmar timur laut.
Bulan lalu, pemerintah Myanmar menyatakan keadaan darurat di Kokang sebagai respons atas konflik yang pecah sejak 9 Februari tersebut. Konflik ini telah mengosongkan kota utama Laukkai di Kokang, yang merupakan pusat pertempuran antara militer Myanmar dan pemberontak. Lebih dari 30 ribu orang telah kabur dari Myanmar menuju provinsi Yunnan, China.
(ita/ita)











































