Disampaikan sumber keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/3/2015), polisi berhasil menghentikan pelaku saat masuk ke dalam kantor polisi di Al-Arish. Namun ternyata pelaku nekat meledakkan bom yang dibawanya.
Menurut sumber keamanan dan medis, satu korban sipil tewas akibat ledakan itu, karena secara kebetulan ada di dekat lokasi ketika pelaku meledakkan diri. Sedangkan 25 personel kepolisian Mesir yang ada di sekitar lokasi kejadian, mengalami luka-luka akibat ledakan yang sama.
Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini.
Namun militan yang ada di wilayah Sinai, Mesir seringkali melancarkan serangan serupa yang menargetkan polisi dan tentara setempat. Tercatat ratusan polisi dan tentara Mesir tewas akibat serangan semacam itu.
Pada Senin (9/3), ledakan bom yang ada di tepi jalan menewaskan tiga tentara Mesir di Sinai. Wilayah Sinai dikenal sebagai wilayah rawan konflik yang ada di dekat perbatasan Israel dan Jalur Gaza.
Wilayah Sinai juga menjadi markas kelompok militan paling berbahaya di Mesir, Sinai Province, yang baru-baru ini menyatakan sumpah setia kepada ISIS. Sebelumnya kelompok radikal ini bernama Ansar Bayt al-Maqdis.
(nvc/ita)











































