"64 Personel telah tewas sejak 15 Februari," ujar Presiden Ukraina Petro Poroshenko dalam wawancara di stasiun televisi pemerintah Ukraina, seperti dilansir AFP, Selasa (10/3/2015).
Dikatakan Poroshenko, total 1.549 tentara Ukraina telah tewas sejak dimulainya pemberontakan berdarah pro-Rusia di wilayah Ukraina timur, hampir 11 bulan lalu.
Meski berlangsung gencatan senjata, namun pertempuran sporadis terus terjadi di Ukraina timur. Masing-masing pihak tentara dan pemberontak saling tuduh melanggar perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Eropa, yang diteken di Minsk, ibukota Belarusia.
Poroshenko pun mengumumkan, dirinya akan menggelar sidang kabinet pada Selasa (10/3) waktu setempat untuk membahas "keputusan-keputusan penting". Namun pemimpin Ukraina itu tidak menjelaskan lebih detail.
Menurut badan PBB, sejauh ini lebih dari 6 ribu orang telah tewas dalam pertempuran di wilayah konflik Ukraina timur.
(ita/ita)











































