Kapal berbobot 700 ton tersebut hilang kontak dengan pemilik kapal tak lama setelah melaporkan bahwa bagian dek kapal kemasukan air pada 26 Februari lalu. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Senin (9/3/2015).
Kapal penangkap cumi-cumi yang dibangun 28 tahun itu, tengah berlayar di sekitar 1.700 mil laut Kepulauan Falkland ketika kapal menghilang. Para krunya termasuk nakhoda Taiwan serta 11 warga China, 21 warga Indonesia, 13 warga Filipina dan dua warga Vietnam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu di mana kapal itu dan apa yang terjadi pada kapal tersebut," tutur Huang Hong-yen, juru bicara Badan Perikanan Taiwan. Ditambahkannya, pemerintah memulai upaya pencarian begitu pemilik kapal melaporkan hilang kontak dengan kapal tersebut.
Dikatakan Huang, sejauh ini tak ada bukti-bukti bahwa kapal tersebut tenggelam. Kapal itu dilengkapi dengan sistem yang secara otomatis, bisa mengeluarkan sinyal mayday ketika kapal berada dalam tekanan air tertentu, namun sinyal tersebut tak pernah ada.
Huang tidak menjelaskan mengapa butuh waktu berhari-hari sebelum berita menghilangnya kapal ini sampai ke publik.
(ita/ita)











































