Seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2015), kepolisian setempat mengidentifikasi pelaku sebagai Kim Ki-Jong (55). Kim menyerang Lippert dengan pisau pengupas buah sepanjang 25 sentimeter.
"Kami telah menahan pelaku dan menyelidiki pemicu serangan ini serta situasi lainnya," terang kepala kepolisian setempat, Yoon Myung-Soon.
Insiden ini terjadi ketika Lippert menghadiri acara sarapan bersama di Institut Budaya Sejong, Seoul yang digelar oleh Dewan Rekonsiliasi dan Kerjasama Korea. Lippert mengalami luka-luka di wajah dan lengannya akibat serangan ini. Juru bicara lembaga tersebut meminta maaf atas kurangnya keamanan dalam acara yang mereka gelar.
"Pelaku tiba-tiba berdiri dari kursi penonton ketika aktivitas sarapan hendak dimulai," tutur juru bicara yang tidak menyebut namanya tersebut.
"Beberapa orang lainnya berusaha menghentikannya, tapi situasinya menjadi kacau dengan sangat cepat. Duta besar mengalami luka-luka di wajah dan dilarikan ke rumah sakit," imbuhnya.
Petugas keamanan dan polisi yang berjaga di lokasi berjuang keras melumpuhkan pelaku, yang mengenakan baju tradisional Korea, Hanbok saat kejadian. Berulang kali, pelaku terdengar meneriakkan slogan menentang latihan militer gabungan Korsel-AS.
Pekan ini, militer Korsel dan AS menggelar latihan militer tahunan di tengah ketegangan dengan Korea Utara. Saat ini, terdapat sekitar 30 ribu tentara AS yang ditempatkan di Korsel.
(nvc/nwk)











































