"Saya pikir mulai terjadi perubahan di Timur Tengah," ujar Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper merujuk pada persepsi negara Timur Tengah terhadap ISIS, seperti dilansir AFP, Selasa (3/3/2015).
"Memang tidak akan terjadi hanya dalam semalam. Tapi saya pikir kebrutalan ini, mempublikasikan kebrutalan oleh ISIL (nama lain ISIS), pemenggalan, pembakaran, dan seterusnya, sungguh memiliki dampak besar bahkan di kawasan Timur Tengah," imbuhnya saat berbicara dalam forum Dewan Urusan Luar Negeri di New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Clapper menambahkan, donasi privat masih terus ada dan hanya berkurang dari 1 persen dari total pendapatan ISIS. Sebagian besar sumber pendanaan ISIS berasal dari aksi perampokan bank, pemerasan dan penyelundupan minyak di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS.
Negara-negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya berulang kali dituding turut mendanai kelompok militan di Suriah. Namun negara-negara tersebut telah membantah.
Tahun lalu, Wakil Presiden AS Joe Biden dituntut meminta maaf kepada Uni Emirat Arab, Turki dan Arab Saudi karena menyebut negara-negara itu mengirim bantuan dana dan persenjataan kepada militan yang bertempur melawan rezim Suriah.
(nvc/ita)











































