Jokowi Anggap Teror 'Darah' di KJRI Sydney Hanya Insiden Kecil

Jokowi Anggap Teror 'Darah' di KJRI Sydney Hanya Insiden Kecil

Moksa Hutasoit - detikNews
Selasa, 03 Mar 2015 12:57 WIB
Jokowi Anggap Teror Darah di KJRI Sydney Hanya Insiden Kecil
dok. KJRI Sydney
Jakarta - Badan Intelijen Nasional (BIN) sudah melapor ke Presiden Joko Widodo mengenai teror cairan cat mirip darah yang menimpa KJRI Sydney, Australia. Teror itu dianggap insiden kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan.

"Tapi itu insiden kecil saja, biasalah insiden kecil tidak perlu dipikirkan terlalu serius," kata Mensesneg Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Jokowi dilapori BIN tadi pagi soal teror KJRI itu. Laporannya adalah KJRI dilempar balon berisi cairan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait peristiwa itu, Jokowi meminta semua pihak bisa menjaga hubungan baik Indonesia-Australia. Hubungan yang terjalin selama ini sudah memiliki pondasi yang kuat. Jokowi juga meyakini kejadian tersebut tidak akan mengganggu persahabatan kedua negara.

"Jangan sampai insiden kecil mengganggu yang sudah kuat, presiden yakin itu tidak akan terjadi," sambungnya.

Perintah Jokowi, kejadian tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan. Meski diyakini bakal mendapat perhatian dari kepolisian Sydney, Pratikno menilai tidak perlu ada tambahan pengamanan berlebihan di sekitaran KJRI.

"Kan otomatis kalau ada insiden itu, pemerintah kita, dalam hal ini kedutaan, meminta kepolisian setempat memberikan perhatian," tandasnya.

KJRI Sydney, Australia diteror dengan cairan cat yang mirip darah pada Senin (2/3) malam kemarin. Teror ini merupakan yang ketiga kalinya bagi KJRI Sydney. Sebelumnya ada 2 teror yang dialami KJRI Sydney.

Yang pertama, spanduk ditempelkan di pagar KJRI, bertuliskan 'For Andrew Chan and Myuran Sukumaran' pada akhir Januari atau awal Februari. Teror yang kedua, terjadi pada 14 Februari 2015.

Yang ketiga, adalah teror berupa cairan mirip darah yang berceceran di depan gerbang KJRI Sydney. Teror kali ini, dari CCTV terlihat perawakan yang diduga seorang wanita, berbaju warna gelap, dan memakai topi sehingga tak bisa dilihat wajahnya.

(mok/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads