Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir Hossam Abdel Ghaffar mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/3/2015), seorang pemuda berumur 22 tahun meninggal akibat luka-luka yang dideritanya akibat ledakan bom tersebut.
Seorang pria muda lainnya berusia 24 tahun, yang mengalami luka-luka di kepala dan pendarahan internal, juga meninggal. Disampaikan Abdel Ghaffar, sembilan orang termasuk tujuh polisi, juga terluka dalam serangan bom tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menemukan tiga orang tergeletak di tanah bersimbah darah," ujar pegawai kafe tersebut.
Atas kejadian ini, kepolisian setempat telah menutup kawasan tersebut. Sementara anjing-anjing pelacak dikerahkan di lokasi untuk melakukan penyisiran.
Ledakan bom tersebut tampaknya ditujukan ke pos pemeriksaan kepolisian yang berada di dekat Mahkamah Agung.
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah ledakan bom di luar kantor polisi yang berada di wilayah Mesir selatan. Dua warga sipil tewas dalam ledakan tersebut.
(ita/ita)











































