Seperti dilansir Reuters, Selasa (3/3/2015), pengerahan ini juga menjawab permintaan Amerika Serikat agar Australia berkontribusi dalam koalisi pelatihan internasional.
Tahun lalu, Australia mengerahkan 600 tentaranya, yang terdiri atas 400 personel Angkatan Udara dan 200 personel pasukan khusus untuk membantu pertempuran militer Irak melawan ISIS yang merajalela di wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara alami sebagai pecinta damai, kami sebenarnya enggan mencampuri konflik yang terjadi di wilayah lain yang jauh, tapi seperti kita ketahui, konflik ini telah menjangkau kita selama beberapa bulan terakhir," sebut PM Abbott.
Australia kini dalam kondisi waspada tinggi atas serangan teror oleh militan radikal, yang tumbuh di wilayah Australia atau yang baru kembali dari berjihad di kawasan Timur Tengah.
Pada Desember 2014, dua warga Australia tewas dalam aksi penyanderaan di Sydney, yang didalangi oleh pelaku radikal yang menyebut dirinya ulama dan beraliansi dengan ISIS.
"Keputusan pemerintah ini untuk mendukung Perdana Menteri Irak dan juga merespons permintaan resmi dari AS untuk memberikan kontribusi secara khusus kemampuan Angkatan Bersenjata Australia (ADF) bagi koalisi internasional," tandas Abbott.
(nvc/ita)











































