Dikutip dari kantor berita AFP, Selasa (3/3/2015), sebanyak 21 orang tentara dan 11 pejuang milisi tewas dalam serangan besar-besaran yang dimulai sejak Minggu (1/2) lalu. Mereka terkena tembakan dan bom yang dilemparkan ke tepi jalan.
Di sebelah timur kota Samarra, seorang pembom bunuh diri membawa bahan peledak ke sebuah konvoi pejuang milisi Syiah. Ia melintas dengan mengendarai kendaraan lalu mengaktifkan bahan peledak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Haider al-Abadi menyatakan, pihaknya memberikan 1 kesempatan terakhir bagi para anggota ISIS agar mau meletakkan senjata. Penyerangan kali ini, menurutnya merupakan hal yang wajar.
"Hukuman mereka layak karena mereka berdiri dengan terorisme," ujar Abadi.
Namun ia juga menekankan bahwa tentara dan milisi harus melindungi warga sipil dan perlengkapan di medan perang. Milisi Syiah telah dituduh mengeksekusi massa dan membakar rumah-rumah. Pemimpin pasukan paramiliter telah membantah tuduhan itu.
(kff/fjr)










































