Dalam wawancara itu, Nemtsov mengecam aksi-aksi Putin di Ukraina dan menyerukan dihentikannya konflik Ukraina. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/2/2015).
Dalam wawancara selama 45 menit di radio terkenal Echo of Moscow tersebut, Nemtsov menyerukan para pendengar radio untuk ikut serta dalam aksi demo oposisi di Moskow pada Minggu, 1 Maret besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawancara di radio itu, Nemtsov mengatakan aksi demo tersebut akan menuntut "dihentikannya segera perang di Ukraina". Nemtsov juga mendukung anggapan Barat bahwa pasukan Rusia ikut terlibat bersama para separatis dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina. Tudingan keterlibatan ini telah berulang kali dibantah pemerintah Rusia.
Aparat kepolisian Rusia saat ini masih memburu para pelaku penembakan Nemtsov. Presiden Putin telah memerintahkan penyelidikan di bawah kendali kepresidenan atas insiden itu. Menurut Putin, insiden itu bisa saja merupakan aksi pembunuh bayaran dan provokasi menjelang aksi protes besar-besaran oleh oposisi yang akan digelar Minggu, 1 Maret besok.
(ita/ita)











































