Pertemuan 15 negara anggota DK PBB tersebut diminta oleh Prancis dan Jerman. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (27/2/2015).
Sidang akan dilakukan seiring militer Ukraina mulai menarik persenjataan beratnya dari garis depan pertempuran, serta berkurangnya pertempuran militer Ukraina dengan para pemberontak pro-Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para anggota DK PBB akan mendengarkan laporan dari dua perwakilan Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) mengenai situasi di lapangan, sebelum menggelar sidang tertutup.
Sejauh ini, DK PBB terhitung telah melakukan sekitar 30 pertemuan mengenai konflik di Ukraina. Sekitar 5.800 orang telah tewas sejak perang di Ukraina timur tersebut pecah pada April 2014 lalu.
(ita/ita)











































