Yaman Bergolak, Dubes Indonesia Belum Akan Ditarik dari Sanaa

Yaman Bergolak, Dubes Indonesia Belum Akan Ditarik dari Sanaa

- detikNews
Sabtu, 14 Feb 2015 17:59 WIB
Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia saat ini belum berencana mengikuti jejak Inggris, Uni Emirat Arab, Italia dan Perancis yang menutup kedutaannya di Sanaa, Yaman. Negara-negara itu menarik Dubesnya karena kondisi keamanan yang tak memungkinkan.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, penutupan KBRI atau perwakilan disana belum dilakukan dikarenakan masih banyaknya WNI yang bermukim di Yaman.

"Sampai saat ini belum (untuk menutup perwakilan) karenakan masih banyak WNI di sana sebanyak 1.200 orang. Kita masih membutuhkan perwakilan di sana," ujar Arrmanatha Nasir saat dihubungi detikcom via telepon, Sabtu (14/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Arrmanatha, keadaan di Sanaa, Yaman saat ini masih bisa di-manage oleh KBRI disana. Namun apabila dirasakan sudah tidak aman, Kemlu siap untuk melakukan penutupan kedutaan dan perwakilannya di Sanaa, Yaman.

"WNI hingga saat ini masih bisa terus berhubungan dengan kedutaan atau perwakilan kita di sana apabila ada keperluan," lanjutnya.

Seperti diketahui bahwa Yaman tak pernah berhasil mencapai stabilitas sejak presiden Ali Abdullah Saleh mundur pada awal tahun 2012, setelah pergolakan berdarah yang berlangsung setahun. Keadaan kian buruk pada September 2014 lalu, ketika milisi Houthi merebut kendali atas ibukota Sanaa dan mulai bergerak masuk ke wilayah-wilayah Sunni.

(ndr/mad)


Berita Terkait