Demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (13/2/2015).
Dikatakan Rami Abdulrahman, direktur Observatory, 19 ledakan terdengar selama serangan udara AS di daerah al-Shadadi, provinsi Hasaka pada Kamis, 12 Februari waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat dan koalisi mulai membombardir target-target ISIS di Suriah pada September lalu. Ini sebagai bagian dari strategi yang dimaksudkan untuk menghentikan serangan-serangan kelompok ISIS di Suriah dan Irak.
Belakangan, Yordania yang telah ikut dalam koalisi anti-ISIS, kian menggencarkan serangan-serangan udaranya terhadap target-target ISIS. Ini dilakukan setelah kelompok ISIS membakar hidup-hidup seorang pilot jet tempur Yordania yang diculik sejak Desember tahun lalu.
(ita/ita)











































