CAA memerintahkan pelatihan ulang terhadap 71 pilot maskapai TransAsia yang mengoperasikan pesawat jenis ATR, pascainsiden jatuhnya pesawat TransAsia dengan nomor penerbangan GE235, yang sejauh ini menewaskan 42 orang.
Pesawat yang jatuh ke Sungai Keelung pada Rabu (4/2) lalu itu, merupakan tipe turboprop ATR 72-600 yang memiliki mesin kembar berbentuk baling-baling. Hasil analisis awal pada data kotak hitam pesawat menunjukkan, kemungkinan adanya kesalahan manusia dalam insiden fatal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/2/2015), sejauh ini sudah ada 49 pilot TransAsia yang menjalani evaluasi. Pelatihan ulang yang digelar CAA sendiri ini telah berlangsung sejak Sabtu (7/2) lalu.
Pelatihan yang mencakup wawancara mengenai operasional pesawat jenis ATR ini dijadwalkan akan berlangsung selama 4 hari, namun bisa diperpanjang jika CAA membutuhkan lebih banyak waktu.
Dalam statemennya, CAA menyatakan 10 pilot dinyatakan gagal dalam tes wawancara soal cara menangani kegagalan mesin saat pesawat mengudara. Menurut CAA, 10 pilot yang gagal ini akan dikenai sanksi penonaktifan.
Belum diketahui hasil tes terhadap puluhan pilot TransAsia lainnya. Pelatihan ulang para pilot ini berdampak pada pembatalan puluhan jadwal penerbangan TransAsia sejak hari Senin (9/2).
(nvc/ita)











































