Media lokal Taiwan seperti dilansir Focus Taiwan News Channel, Rabu (11/2/2015), melaporkan Chung Lu-chi dirawat di rumah sakit di distrik Yilan, sejak Senin (9/2), setelah merasakan sakit luar biasa di bagian perutnya.
Dia kemudian didiagnosa menderita pembengkakan pembuluh darah pada iliac artery, atau pembuluh darah di bagian panggul. Chung dijadwalkan menjalani operasi pada Rabu (11/2) ini, namun sayang, dia meninggal dunia pada Selasa (10/2) malam, setelah pembuluh darahnya pecah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendiang Chung dikenal oleh rekan sesama penyelam sebagai sosok yang tangguh dan serius dalam setiap upaya pencarian yang dilakukannya, selama dua dekade terakhir.
Chung yang seorang pensiunan dari perusahan telekomunikasi ini, merupakan penyelam berpengalaman. Dia memimpin sekelompok penyelam dan tim penyelamat dari wilayah Yilan, yang kerap berpartisipasi dalam insiden di Taiwan.
Ketika mengetahui ada pesawat jatuh di Sungai Keelung, Chun dan timnya bergegas ke Taipei untuk membantu pencarian korban yang masih hilang.
Asosiasi Penyelamat Lan-Yan, yang berperan besar dalam pencarian korban TransAsia mengungkapkan kesedihan mereka atas meninggalnya Chung. Mereka menyebut Chung memainkan peran aktif dalam upaya pencarian bawah air di Taiwan.
Sementara itu, temuan dua jasad menambahkan jumlah korban tewas insiden TransAsia menjadi 42 orang. Hingga kini, masih satu orang yang belum juga ditemukan keberadaannya. Petugas tetap melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran Sungai Keelung, meskipun dihadang cuaca dingin.
(nvc/ita)










































