"Pada 11 Februari 2015, dikarenakan memburuknya situasi keamanan di Sanaa, Departemen Luar Negeri menghentikan operasional kedutaan dan para staf Amerika kedutaan AS di Sanaa direlokasi keluar negara," demikian disampaikan Deplu AS dalam peringatan perjalanan yang dikeluarkannya.
"Semua layanan konsuler, rutin dan/atau darurat, telah dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian disampaikan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/2/2015).
Deplu AS pun menyerukan warga negara AS untuk segera meninggalkan Yaman.
"Departemen menyerukan warga negara AS untuk menunda perjalanan ke Yaman dan bagi warga AS yang saat ini tinggal di Yaman, segera pergi," demikian diserukan Deplu AS seraya menekankan bahwa tingginya level ancaman keamanan di Yaman dikarenakan aktivitas teroris dan kerusuhan sipil.
Yaman tak pernah berhasil mencapai stabilitas sejak presiden Ali Abdullah Saleh mundur pada awal tahun 2012, setelah pergolakan berdarah yang berlangsung setahun. Keadaan kian buruk pada September 2014 lalu, ketika milisi Huthi Syiah merebut kendali atas ibukota Sanaa dan mulai bergerak masuk ke wilayah-wilayah Sunni.
(ita/ita)











































