"1.500 tentara Rusia dan 300 unit peralatan militer, termasuk sistem rudal Grad, telah melintasi perbatasan Ukraina-Rusia pada 7 dan 8 Februari," ujar juru bicara militer Ukraina, Andrily Lysensko kepada para wartawan di Kiev seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (9/2/2015).
Belum ada tanggapan dari pemerintah maupun militer Rusia mengenai hal ini. Namun pemerintah Ukraina dan negara-negara Barat memang kerap menuding Rusia mendukung para separatis pro-Rusia di Ukraina timur. Tuduhan ini telah berulang kali dibantah pemerintah Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut militer Ukraina, baku tembak paling ganas sejauh ini, terjadi di kota Debaltseve dan di persimpangan jalan sebelah timur laut kota Donetsk. Kepala kepolisian setempat, Vyacheslav Abroskin mengatakan, tujuh warga sipil telah tewas dalam pertempuran di Debaltseve dan di kota Avdiivka pada Minggu, 8 Februari waktu setempat.
Konflik yang melanda wilayah Ukraina timur telah berlangsung sejak April 2014 lalu. Menurut badan PBB, sekitar 5.358 nyawa telah melayang selama konflik berkepanjangan itu.
(ita/ita)











































