Maskapai TransAsia Airways melakukan pelatihan ulang terhadap 71 pilotnya pascainsiden jatuhnya pesawat GE235 tipe ATR 72-600 di Sungai Keelung, Taiwan. Para pilot ini akan diuji kembali soal operasional pesawat jenis ATR.
Otoritas Penerbangan Sipil Taiwan (CAA) memerintahkan sebanyak 71 pilot TransAsia yang mengoperasikan pesawat jenis ATR untuk mengikuti tes wawancara soal pengoperasian pesawat sebagai bagian dari pelatihan ulang.
Hal ini setelah terungkap dari data kotak hitam pesawat GE235 bahwa pilot secara sengaja mematikan salah satu mesin pesawat sebelum jatuh. Alasan mematikan mesin tersebut juga tidak diketahui pasti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampaknya, sebagian jadwal penerbangan domestik kami akan disesuaikan," imbuh pernyataan tersebut, merujuk pada pembatalan 90 jadwal penerbangan domestik TransAsia pada hari Senin (9/2) mendatang.
Pesawat TransAsia Airways dengan nomor penerbangan GE235 jatuh di Sungai Keelung, Taipei pada Rabu (4/2) pagi. Sejauh ini korban tewas mencapai 35 orang dan sebanyak 8 orang lainnya masih hilang. Hanya 15 orang saja yang berhasil selamat dalam insiden ini.
Hasil pemeriksaan awal kotak hitam pesawat menunjukkan, salah satu mesin pesawat mati di udara selang beberapa detik setelah pesawat lepas landas. Satu mesin lainnya masih beroperasi dengan baik. Namun entah mengapa, pilot justru mematikan mesin yang masih beroperasi baik tersebut sehingga berujung pada matinya kedua mesin di udara.
(nvc/gah)










































