Empat orang yang terdiri atas ibunda, nenek, bibi dan rekan kerja bibi bocah ini, menyusun rencana dan mendalangi aksi 'penculikan' bocah laki-laki ini. Keempatnya telah ditangkap kepolisian setempat dan dijerat dakwaan penculikan serta sejumlah dakwaan pidana lainnya.
"Anggota keluarga tersebut memberitahu polisi bahwa tujuan utama mereka ialah untuk mendidik korban dan mereka merasa tidak melakukan hal yang salah," demikian pernyataan kantor sheriff Lincoln County seperti dilansir CNN, Jumat (6/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tetap berada di ruang bawah tanah untuk beberapa waktu sebelum dia dilepaskan dan diminta naik ke atas, di mana keluarganya menceramahinya soal bahayanya orang asing," terang kantor sherrif dalam pernyataannya.
Para pelaku saling berkomunikasi satu sama lain selama 'penculikan' berlangsung dengan telepon genggam.
Ibunda bocah ini, Elizabteh Hupp (25) didakwa penculikan, penyerangan dan mengabaikan anak sendiri. Sang nenek, Roses Brewer (58) dan bibi bocah ini, Denise Kroutil serta rekan kerja bibinya, Firoved dijerat dakwaan penyekapan yang melanggar hukum.
Kantor sheriff setempat menyatakan, Kroutil membujuk rekan kerjanya, Firoved agar bersedia menculik keponakannya untuk menakut-nakutinya karena dia terlalu baik dengan orang lain, termasuk orang asing. Aksi 'penculikan' ini juga disetujui oleh ibunda dan nenek bocah ini.
Kasus ini terbongkar setelah bocah ini bercerita ke sekolahnya soal peristiwa yang menimpanya. Setelah keluarganya ditahan polisi, bocah ini untuk sementara berada dalam pengasuhan otoritas setempat. Tidak disebutkan di mana keberadaan ayah bocah ini.
(nvc/ita)











































