16 Warga Sipil Tewas dalam Pertempuran Ganas di Ukraina Timur

16 Warga Sipil Tewas dalam Pertempuran Ganas di Ukraina Timur

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2015 17:44 WIB
16 Warga Sipil Tewas dalam Pertempuran Ganas di Ukraina Timur
Foto: AFP
Kiev, - Warga sipil menjadi korban tewas dalam pertempuran ganas antara pasukan pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Rusia. Setidaknya 16 warga sipil tewas dalam kontak senjata di wilayah konflik Ukraina timur selama 24 jam terakhir.

Pejabat-pejabat pemerintah Ukraina dan pemberontak mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/2/2015), lima warga sipil tewas di sekitar medan tempur di kota Debaltseve. Kemudian enam warga sipil tewas di pusat basis pemberontak, Donetsk dan sekitarnya. Lima nyawa warga sipil juga melayang di wilayah Lugansk.

Pertempuran paling sengit dalam beberapa hari terakhir ini adalah di sekitar Debaltseve. Di wilayah itu, para separatis pro-Rusia tengah berjuang untuk mengepung pasukan Ukraina. Dilaporkan lima warga sipil tewas dalam pertempuran di wilayah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang warga sipil lainnya tewas di kota Avdiivka, persis di sebelah utara kota Donetsk dan 18 orang lainnya terluka di sekitar daerah yang dikuasai pasukan Kiev di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada Senin, 2 Februari, para pemimpin separatis mengumumkan adanya pengerahan massa secara besar-besaran. Ditargetkan sekitar 100 ribu orang relawan akan bergabung dengan pemberontak untuk memerangi pasukan Ukraina.

Pertempuran antara pasukan Ukraina dan pemberontak-Rusia di wilayah Ukraina timur telah terjadi sejak April 2014 lalu. Sejauh ini sekitar 5.100 orang telah tewas dalam konflik tersebut. Baku tembak antara kedua pihak telah meningkat beberapa pekan terakhir menyusul gagalnya kesepakatan gencatan senjata.

Atas memanasnya situasi ini, pemerintah Amerika Serikat kini sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan senjata bagi pasukan Ukraina guna memerangi separatis. Pemerintah AS dan Ukraina menuding pemerintah Rusia memberikan dukungan militer bagi para pemberontak di Ukraina timur. Namun tuduhan ini berulang kali dibantah Moskow.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads