Pejabat-pejabat pemerintah Ukraina dan pemberontak mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/2/2015), lima warga sipil tewas di sekitar medan tempur di kota Debaltseve. Kemudian enam warga sipil tewas di pusat basis pemberontak, Donetsk dan sekitarnya. Lima nyawa warga sipil juga melayang di wilayah Lugansk.
Pertempuran paling sengit dalam beberapa hari terakhir ini adalah di sekitar Debaltseve. Di wilayah itu, para separatis pro-Rusia tengah berjuang untuk mengepung pasukan Ukraina. Dilaporkan lima warga sipil tewas dalam pertempuran di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Senin, 2 Februari, para pemimpin separatis mengumumkan adanya pengerahan massa secara besar-besaran. Ditargetkan sekitar 100 ribu orang relawan akan bergabung dengan pemberontak untuk memerangi pasukan Ukraina.
Pertempuran antara pasukan Ukraina dan pemberontak-Rusia di wilayah Ukraina timur telah terjadi sejak April 2014 lalu. Sejauh ini sekitar 5.100 orang telah tewas dalam konflik tersebut. Baku tembak antara kedua pihak telah meningkat beberapa pekan terakhir menyusul gagalnya kesepakatan gencatan senjata.
Atas memanasnya situasi ini, pemerintah Amerika Serikat kini sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan senjata bagi pasukan Ukraina guna memerangi separatis. Pemerintah AS dan Ukraina menuding pemerintah Rusia memberikan dukungan militer bagi para pemberontak di Ukraina timur. Namun tuduhan ini berulang kali dibantah Moskow.
(ita/ita)











































