Pesan Mengharukan Wartawan Jepang yang Dipenggal ISIS Beredar Luas

Pesan Mengharukan Wartawan Jepang yang Dipenggal ISIS Beredar Luas

- detikNews
Selasa, 03 Feb 2015 16:53 WIB
Pesan Mengharukan Wartawan Jepang yang Dipenggal ISIS Beredar Luas
Tokyo - Pesan mengharukan yang ditulis wartawan Jepang Kenji Goto yang tewas dipenggal ISIS beredar luas di dunia maya. Pesan yang ditulis Goto sekitar 4 tahun lalu tersebut menggambarkan karakternya yang tenang dan penyabar.

Ditulis dalam bahasa Jepang, pesan yang ditulis Goto via akun Twitternya, @kenjigotoip tersebut banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa. Bahkan versi bahasa Inggrisnya juga beredar luas di internet.

Tweet yang ditulis Goto pada 7 September 2010 lalu sebenarnya cukup sederhana, namun isinya membuat banyak orang terharu. Dia membahas soal pentingnya manusia untuk tetap tenang dan sabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Close your eyes and remain patient. It's over once you get angry or yell. It is almost like praying. Hating is not the role of humans; judgement is God's domain," tulis Goto dalam akun Twitter-nya, seperti dilansir AFP, Selasa (3/2/2015).

"It was my Arab brothers who taught me this," tambahnya dalam tweet tersebut.

Entah siapa yang mulai menyebarkan tweet Goto ini, namun tercatat pada Selasa (3/2) pagi, tweet tersebut telah di-retweet lebih dari 26 ribu kali.

Eksekusi brutal Goto ditunjukkan ISIS dalam videonya yang dirilis pada Sabtu (30/1) malam. Seminggu sebelumnya ISIS merilis video pemenggalan sandera Jepang lainnya, Haruna Yukawa, seorang kontraktor militer yang juga teman Goto.

Dalam pernyataannya pada Mingu (31/1), ibunda Goto, Junko Ishido memperingatkan agar pemenggalan Goto ini tidak memicu dendam di kalangan warga Jepang. "Saya yakin penderitaan ini tidak harus memicu kebencian," ucapnya.

Goto yang seorang wartawan lepas berusia 47 tahun ini, mendirikan perusahan produksi video sendiri pada tahun 1996. Dia banyak menyuplai video dokumenter dari kawasan Timur Tengah dan wilayah konflik lainnya kepada jaringan televisi Jepang.

Sebagian besar karyanya difokuskan pada penderitaan anak-anak di wilayah konflik. Goto juga pernah menjadi wartawan perang di berbagai wilayah konflik.



(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads