Target ledakan yang terjadi di dekat kawasan ramai di pusat kota Kairo itu belum diketahui. Menurut sumber keamanan Mesir seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (3/2/2015), dua orang mengalami luka-luka ringan dalam insiden pengeboman itu.
Dua bom di bandara itu terdeteksi dengan peralatan elektronik pada Selasa pagi waktu setempat. Para petugas keamanan bandara saat ini, tengah memeriksa rekaman video CCTV untuk menyelidiki dan memastikan siapa yang meletakkan bom-bom tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Mesir hingga saat ini terus melakukan operasi pemberantasan kelompok Ikhwanul sejak tergulingnya Presiden Mohamed Morsi. Presiden baru Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, panglima militer yang menggulingkan Morsi, menganggap Ikhwanul sebagai ancaman keamanan besar bagi negara itu.
Ikhwanul Muslimin telah dinyatakan sebagai gerakan terlarang oleh pemerintah Mesir. Otoritas Mesir kerap menuding Ikhwanul melancarkan serangan-serangan mematikan sejak militer menggulingkan Morsi pada tahun 2013. Tudingan ini telah dibantah gerakan tersebut.
(ita/ita)











































