Seorang pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya menuturkan kepada AFP, Jumat (30/1/2015), ketiga warga AS tersebut tewas akibat luka tembak yang mereka derita. Menurut pejabat itu, ketiganya bertugas membantu pelatihan Angkatan Udara Afghanistan di Kabul.
Pelaku penembakan yang terjadi pada Kamis (29/1) ini masih misterius. Namun ada laporan bahwa penembakan ini merupakan serangan yang dilakukan orang dalam, atau dalam hal ini tentara Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak NATO yang bertanggung jawab atas tentara asing di Afghanistan, berusaha melakukan langkah keamanan khusus untuk mencegah serangan semacam tersebut terus terjadi.
Bandara yang ada di pusat ibukota Kabul mendapat penjagaan yang sangat ketat. Satu lokasi digunakan untuk pesawat komersial, sedangkan lokasi lainnya untuk pasukan NATO.
Sebagian besar tentara asing yang tergabung dalam pasukan NATO di Afghanistan telah ditarik pulang. Kini diperkirakan hanya ada sekitar 12 ribu tentara asing di Afghanistan, yang sebagian besar atau sekitar 10.600 tentara berasal dari AS.
Bersama pasukan NATO yang tersisa dan juga kontraktor swasta, tentara AS membantu melatih tentara Afghanistan untuk meningkatkan kemampuan militer mereka, terutama dalam melawan militan setempat.
(nvc/ita)











































