Dalam rekaman audio yang dirilis secara online, seperti dilansir AFP, Selasa (27/1/2015), juru bicara ISIS, Abu Mohamed al-Adnani mendorong umat muslim yang ada di negara-negara Barat untuk melakukan serangan teror.
"Menyerukan muslim di Eropa dan negara kafir Barat untuk menyerang tentara Salib di manapun mereka berada," desak Adnani dalam rekaman audio yang dikutip oleh banyak media asing tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tumpahkan darah," imbaunya.
Dalam pernyataannya, Adnani memuji serangan-serangan teror di Paris, Prancis yang menewaskan 17 orang, kemudian penyanderaan di Sydney, Australia yang menewaskan 2 orang. Juga rencana serangan pembunuhan polisi di Belgia, meskipun berhasil digagalkan sebelum dilakukan.
Serangan 'lone-wolf' di Kanada, ketika seorang pria bersenjata menembak mati seorang tentara di kompleks parlemen pada Oktober 2014, disebut Adnani sebagai tindakan yang patut diteladani.
Adnani juga menyinggung soal wafatnya Raja Arab Saudi Abdullah. Menurutnya, umat muslim harus berbahagia karena Abdullah telah meninggal, karena selama ini sikapnya yang moderat menjadi ancaman bagi ISIS.
(nvc/ita)










































