Media China Salahkan PM Jepang Atas Pemenggalan Sandera oleh ISIS

Media China Salahkan PM Jepang Atas Pemenggalan Sandera oleh ISIS

- detikNews
Senin, 26 Jan 2015 15:30 WIB
Media China Salahkan PM Jepang Atas Pemenggalan Sandera oleh ISIS
militan ISIS (AFP)
Tokyo, - Seorang warga Jepang yang disandera ISIS tewas di tangan kelompok radikal itu. Media China menyalahkan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe atas kematian sandera tersebut.

Pada Minggu, 25 Januari, kelompok ISIS menyatakan telah memenggal Haruna Yukawa, satu dari dua warga Jepang yang disandera ISIS.

Media pemerintah China, Global Times menyebut, dukungan PM Abe pada Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS di Suriah dan Irak, telah menarik Tokyo ke dalam konflik ini. Meskipun negara-negara Asia Timur tidak menjadi target kunci para jihadis ISIS ataupun terorisme global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembunuhan sandera Jepang sedikit banyak adalah harga yang harus dibayar Jepang untuk dukungannya kepada Washington," tulis surat kabar tersebut dalam editorialnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/1/2015).

Media ini berafiliasi dengan People's Daily, corong Partai Komunis yang berkuasa di China.

Sebelumnya, PM Abe menyerukan pembebasan segera warga Jepang lainnya, Kenji Goto yang masih disandera ISIS. Goto (47) yang seorang wartawan perang, diketahui pergi ke Suriah untuk mencari dan menyelamatkan Yukawa (42), sahabatnya.

Dalam video terbaru ISIS, Goto yang masih hidup tampil memegang sebuah foto jasad, yang diyakini jasa Yukawa dalam keadaan telah dipenggal. Video berdurasi 3 menit tersebut juga menampilkan suara seorang pria yang diklaim sebagai suara Goto, yang menyalahkan PM Abe karena tidak membayar jaminan US$ 200 juta yang diminta ISIS.

Disebutkan juga oleh pria tersebut tuntutan baru ISIS, yakni pembebasan Sajida al-Rishawi, seorang militan wanita asal Irak yang divonis mati di Yordania atas kasus pengeboman di Amman tahun 2005 lalu, yang menewaskan 60 orang.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini