Armel Ningatoloum Sayo yang menjabat Menteri Olahraga dan Pemuda itu merupakan bekas kepala pemberontak. Istri Sayo, Nicaise Danielle Sayo mengatakan, pasangan tersebut tengah dalam perjalanan pulang usai dari gereja pada Minggu, 25 Januari waktu setempat ketika para penculik mencegat mereka.
Menurut sumber lainnya, para penculik menggunakan sebuah taksi saat menghalangi kendaraan menteri tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayo merupakan mantan pemimpin gerakan Revolusi dan Keadilan, namun masuk ke pemerintahan Perdana Menteri Mahamat Kamoun setelah menandatangani kesepakatan damai pada tahun 2014.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan ini.
Sebelumnya, seorang pekerja kemanusiaan asal Prancis, Claudia Priest sempat diculik oleh milisi Kristen dan dibebaskan tak lama kemudian. Priest (67) diculik bersama seorang pria setempat. Seorang pegawai PBB juga sempat diculik, sebelum dibebaskan tak lama kemudian.
Pemerintah Afrika Tengah mengecam penculikan Sayo sebagai bentuk lainnya dari "kebrutalan" para penyerang, yang bertujuan menimbulkan ketidakstabilan. Kekerasan antar faksi-faksi yang berseteru telah membuat negeri miskin itu jatuh ke krisis keamanan dan politik. Konflik yang berawal sejak tahun 2013 itu dilaporkan telah merenggut ribuan jiwa.
(ita/ita)











































