Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertekad untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Rusia setelah serangan di Mariupol pada Sabtu, 24 Januari waktu setempat. Mariupol merupakan kota utama yang terletak di antara wilayah separatis dekat perbatasan Rusia dan semenanjung Crimea yang dicaplok Rusia pada Maret 2014 lalu.
Serangan mematikan terhadap kota pelabuhan tersebut terjadi sehari setelah para pemberontak pro-Rusia menarik diri dari pembicaraan damai, dan bersumpah akan merebut wilayah baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian setempat mengatakan, 95 orang juga terluka akibat puluhan roket jarak jauh yang menghantam distrik pemukiman padat penduduk dan sebuah pasar di Mariupol pada Sabtu (24/1) tersebut.
Sejumlah pemimpin dunia mengecam keras serangan roket maut tersebut. Kanselir Jerman Angela Merkel pun turut menyerukan presiden Rusia untuk menekan para separatis pro-Rusia, guna mengakhiri konflik Ukraina.
(ita/ita)











































