Aksi demo pada Minggu, 25 Januari waktu setempat tersebut digelar untuk menandai peringatan demo besar-besaran pada tahun 2011, yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak dari kekuasaannya.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (26/1/2015), setidaknya 17 orang tewas dalam berbagai bentrokan yang terjadi di sejumlah wilayah Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kejadian tersebut, warga di Matariya meneriakkan "runtuhlah kekuasaan militer" dan "revolusi sekali lagi". Sejumlah demonstran melemparkan bom Molotov ke pasukan keamanan.
Sementara di pusat kota Kairo, polisi antihuru-hara bersenjatakan senapan dan polisi berpakaian preman dengan membawa pistol, mengejar para demonstran di jalanan.
Enam orang juga tewas dalam insiden unjuk rasa terpisah di Alexandria, kota terbesar kedua di Mesir, juga di luar kantor gubernur di pinggiran Kairo dan di provinsi Baheira.
(ita/ita)











































