Raja Salman (79) telah menjadi bagian dari lingkaran pangeran Saudi selama beberapa dekade terakhir. Sosoknya diperkirakan akan melanjutkan kebijakan strategis yang selama ini dijalankan kakaknya, termasuk menjaga aliansi dengan Amerika Serikat dan menjaga stabilitas energi.
Selama lima dekade terakhir, Raja Salman menjabat sebagai Gubernur Riyadh yang dikenal ahli dalam menjaga keseimbangan urusan ulama, etnis dan kepentingan kerajaan yang menentukan kebijakan Saudi, sambil menjaga hubungan baik dengan negara Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Raja Abdullah bersedia menantang mereka yang konservatif, tapi tidak menghancurkan mereka. Salman menghormati status quo. Beliau menginginkan reformasi tapi masih sangat terkait dengan mentalitas etnis, dasar konservatif dari konstitusi," imbuhnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, ketika Raja Abdullah mulai mengalami masalah kesehatan setelah menjalani operasi di punggung, Salman mulai menjadi sorotan karena harus menggantikan posisi kakaknya sementara.
Salman ditunjuk menjadi putra mahkota Saudi pada Juni 2012 lalu, setelah dua kakaknya yang terlebih dahulu menjadi putra mahkota meninggal dunia. Sebagai Raja Saudi yang baru, Salman juga menjabat sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Saudi.
Sementara itu, kini setelah Salman menjadi Raja Saudi, Pangeran Muqrin yang merupakan adiknya, ditunjuk menjadi putra mahkota Saudi yang baru. Pangeran Muqrin merupakan anak bungsu yang masih hidup dari mendiang Raja Abdulaziz.
(nvc/ita)











































