Polisi setempat terpaksa menembakkan gas air mata usai vonis dibacakan, untuk membubarkan para demonstran yang berkumpul di luar pengadilan di Kayseri, Turki pada Rabu (21/1). Demikian seperti diberitakan CNN Turk dan dilansir Reuters, Kamis (22/1/2015).
Keluarga demonstran yang tewas, Ali Ismail Korkmaz (19) menyebut vonis 10 tahun penjara terlalu ringan. Korkmaz tewas pada Juni 2013 lalu saat ikut unjuk rasa antipemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai beraksi, keempat pelaku melarikan diri. Sedangkan Korkmaz jatuh koma hingga akhirnya meninggal dunia sebulan kemudian.
Tiga terdakwa lainnya divonis 7 tahun penjara. Sedangkan satu terdakwa lainnya divonis 3 tahun penjara.
Presiden Recep Tayyip Erdogan yang kala itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Turki, menuai kritikan tajam dari dalam negeri maupun luar negeri. Saat itu, Erdogan dianggap bertindak otoriter terhadap demonstran. Erdogan bahkan menyebut para demonstran sebagai teroris dan berandalan.
Sedikitnya 5 demonstran lainnya dan seorang polisi tewas dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan pada tahun 2013 lalu. Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka.
(nvc/ita)











































