Pengacara majalah Charlie Hebdo, Richard Malka, mengatakan bahwa awak redaksi ingin menunjukkan bahwa mereka tidak takluk dengan cara apapun kepada para ekstremis.
"Kami tidak akan menyerah jika semua ini tidak akan berarti apa-apa," katanya kepada France Info radio seperti dilansir telegraph.co.uk, Selasa (13/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Richard mengatakan redaksi Charlie Hebdo membuat kritikan berdasarkan sebuah realita yang ada.
"Je Suis Charlie mengandung arti kamu boleh mengkritik agama saya, karena itu bukan hal serius," jelas dia.
Edisi tersebut dikerjakan oleh awak redaksi majalah yang selamat dari serangan ekstremis yang menembakkan senjata kepada pimpinan majalah itu dan orang-orang yang berada di sekitar kantor pada Rabu (07/01) lalu.
Luz, kartunis yang membuat gambar tersebut mengatakan bekerja pada isu ini membuat dia dan rekannya bijaksana.
"Kami melakukannya. Mimpi buruk kami berkurang, kami mencoba membuat majalah bersama dan mencari ketenangan dan inspirasi, dan itu tidak mudah."
Edisi spesial yang terbit pada Rabu (13/1/2015) ini akan diterjemahkan dalam 16 bahasa.
Serangan yang dilakukan oleh sejumlah ekstremis ini dilakukan saat redaksi Chalie Hebdo sedang melaksanakan rapat mingguan. Akibat serangan ini, lima kartunis majalah itu tewas.
(slm/nwk)











































