Penembak Charlie Hebdo Dikenali dari Kartu Identitas yang Tertinggal

- detikNews
Kamis, 08 Jan 2015 10:14 WIB
Pelaku penembakan hendak menembak polisi yang luka-luka (CBS News)
Paris - Ketiga pelaku penembakan brutal majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis berhasil diidentifikasi polisi dengan cepat. Padahal ketiganya mengenakan penutup wajah saat beraksi. Bagaimana bisa?

Rupanya, hal ini dikarenakan kartu identitas pelaku tertinggal di dalam mobil. Demikian disampaikan seorang sumber kepolisian yang memahami kasus ini, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2015).

Menurut sumber tersebut, salah satu pelaku berhasil diidentifikasi melalui kartu identitasnya yang tertinggal di dalam mobil yang digunakan pelaku untuk melarikan diri. Namun tidak disebutkan pelaku yang mana yang diidentifikasi via kartu identitas tersebut.

Polisi Prancis mengidentifikasi ketiga pelaku sebagai Said Kouachi yang lahir tahun 1980, kemudian Cherif Kouachi yang lahir tahun 1982 dan Hamyd Mourad yang lahir tahun 1996. Said dan Cherif merupakan kakak-beradik yang tinggal di pinggrian Paris, sedangkan Mourad diketahui berasal dari kota Reims.

Dari ketiga pelaku, salah satu pelaku yakni Mourad yang masih berusia 18 tahun dilaporkan telah menyerahkan diri ke polisi. Perburuan masih terus dilakukan untuk mencari dua pelaku lainnya.

Ketiga pelaku yang berpakaian serba hitam dan memakai penutup wajah ini berhasil melarikan diri dengan mobil yang telah mereka siapkan di dekat lokasi. Gerak-gerik pelaku terekam kamera keamanan yang ada di lokasi.

Pelaku terekam video sedang mendekati seorang polisi yang terluka dan tergeletak di pinggir jalan. Tidak lama, salah satu pelaku menembakkan senapannya dari jarak dekat, sedangkan dua pelaku lainnya dengan tenang masuk ke dalam mobil warna hitam lalu mereka pergi meninggalkan lokasi.

Kini, kepolisian Prancis tengah melakukan perburuan besar-besaran. Ada sekitar 800 personel militer yang juga dikerahkan untuk mengamankan Paris pasca insiden ini.


(nvc/ita)