Pentagon menyatakan pihaknya menanggapi serius setiap laporan jatuhnya korban sipil yang mereka terima dan menegaskan akan menyelidiki laporan tersebut. Ini merupakan pernyataan pertama dari militer AS yang mengakui bahwa kampanye udara anti-ISIS kemungkinan telah merenggut korban jiwa warga sipil.
"Kami menerapkan standar yang sangat ketat dalam upaya kami mengutamakan pencegahan jatuhnya korban dari pihak sipil," ucap juru bicara Pusat Komando Pentagon yang mengawasi militer AS di Timur Tengah, Sersan Kelas Satu Sheryl Lawry seperti dilansir Reuters, Rabu (7/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, AS masih melakukan peninjauan atas 5 laporan jatuhnya korban tewas dari pihak sipil. Lawry menambahkan, dua laporan di antaranya yang memicu korban tewas kurang dari 5 orang, diselidiki lebih mendalam.
Menurut Lawry, dua laporan yang diselidiki lebih mendalam tersebut merupakan hasil dari proses review internal militer AS dan tidak didasarkan pada tudingan dari pihak luar.
Tercatat hingga Senin (5/1) malam, menurut Pentagon, militer AS telah melancarkan 1.350 serangan udara terhadap ISIS, dengan rincian sebanyak 687 serangan di Irak dan 663 serangan di Suriah. Sedangkan mitra koalisi AS telah melakukan 309 serangan udara, dengan rincian mayoritas serangan atau sekitar 237 serangan di Irak.
(nvc/ita)











































