Komandan US Navy Mengaku Bersalah dalam Skandal Korupsi

Komandan US Navy Mengaku Bersalah dalam Skandal Korupsi

- detikNews
Rabu, 07 Jan 2015 12:28 WIB
Komandan US Navy Mengaku Bersalah dalam Skandal Korupsi
Ilustrasi
Washington - Seorang komandan Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy mengaku bersalah atas dakwaan penyuapan yang dijeratkan kepadanya. Kasus korupsi ini terkait kontraktor pertahanan yang bermarkas di Singapura.

Jose Luis Sanchez (42) diadili karena dituding menerima uang tunai dan layanan prostitusi dari perusahaan jasa maritim Glenn Defense Marine Asia (GDMA), yang dipimpin oleh pengusaha Malaysia, Leonard Glenn Francis.

"Komandan Sanchez menjual komando dan negaranya demi uang suang, ruangan hotel mewah dan layanan prostitusi," ujar Asisten Jaksa Agung Leslie R Caldwell dari Divisi Kriminal pada Departemen Kehakiman, seperti dilansir Reuters, Rabu (7/1/2015).

"Setelah pengakuan bersalah tersebut, bukannya tinggal gratis di Hotel Shangri-La, Sanchez harus menghabiskan banyak malam di penjara federal," imbuhnya.

Sanchez merupakan terdakwa kelima dari total tujuh terdakwa yang diadili terkait kasus ini. Namun Sanchez merupakan tentara AS dengan pangkat tertinggi yang sejauh ini mengaku bersalah.

Dalam persidangan, Sanchez mengaku telah menerima suap bernilai US$ 30 ribu hingga US$ 100 ribu (Rp 381 juta hingga Rp 1,2 miliar) sebagai 'imbalan' karena dirinya memberikan informasi rahasia kepada perwakilan perusahaan GDMA.

Akibat dari informasi Sanchez itu, perusahaan GDMA mendapatkan kontrak US$ 200 juta (Rp 2,5 triliun) untuk melayani kapal US Navy dari Seventh Fleet di berbagai pelabuhan di Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura.

Sanchez yang pada tahun 2008 hingga 2013 lalu ditugaskan di Jepang dan menjabat sebagai petugas logistik kapal, mengakui telah memberikan informasi rahasia kepada Francis. Informasi rahasia tersebut terkait pergerakan kapal militer dan kapal selam US Navy yang membantu Francis mendapatkan kontrak tersebut.

Dalam keterangannya, Sanchez juga mengaku telah memberikan informasi kepada Francis soal penyelidikan federal mengenai perusahaannya. Sanchez juga mengaku dirinya menggunakan pengaruhnya untuk menguntungkan kontraktor.

Atas perbuatannya ini, Sanchez terancam hukuman maksimum 20 tahun penjara. Sidang pembacaan putusan akan digelar pada Maret mendatang.

(nvc/mad)


Berita Terkait