Menurut sumber-sumber keamanan Mesir seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (5/1/2015), bahan peledak tersebut diletakkan di pintu masuk sebuah gedung apartemen di Al-Arish.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.
Pasukan keamanan Mesir saat ini terus menghadapi pemberontakan jihadis sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi pada tahun 2013 lalu. Ratusan tentara dan polisi telah tewas sejak penggulingan Morsi yang terjadi usai aksi protes besar-besaran atas pemerintahan Morsi.
Kebanyakan dari serangan tersebut terjadi di Sinai, yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza. Menurut pejabat-pejabat keamanan Mesir, para militan yang berbasis di Sinai terinspirasi oleh kelompok radikal ISIS, yang menguasai sebagian wilayah di Irak dan Suriah.
(ita/ita)











































