Dalam insiden berdarah yang terjadi pada Selasa, 23 Desember malam waktu setempat ini, lima serangan terjadi di sejumlah tempat di distrik Kokrajhar dan Sonitpur.
Sumber kepolisian mengatakan seperti dilansir media India, NDTV, Rabu (24/12/2014), para korbannya adalah pria, wanita dan anak-anak yang tewas diberondong peluru senapan AK-47.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sebuah desa di distrik Sonitpur, 21 orang tewas. "Mereka bahkan tidak mengampuni wanita dan anak-anak. Ada setidaknya 10 wanita di antara yang tewas," ujar perwira polisi setempat seperti dikutip Reuters.
Kepolisian India menduga serangan-serangan tersebut dilakukan para pemberontak National Democratic Front of Bodoland (Songbijit) atau NDFB(S), yang merupakan pecahan dari para militan Bodo, yang memperjuangkan wilayah terpisah dari suku asli Bodo.
Menurut kepolisian, serangan tersebut kemungkinan dimotivasi oleh pembalasan dendam. Belakangan ini, kelompok tersebut telah mengalami pukulan hebat selama operasi yang dilancarkan aparat keamanan. Bentrokan terakhir antara aparat dan militan adalah pada Minggu, 21 Desember lalu yang menewaskan dua militan.
(ita/ita)











































