52 Orang Tewas dalam Rentetan Serangan Militan Bodo di India

52 Orang Tewas dalam Rentetan Serangan Militan Bodo di India

- detikNews
Rabu, 24 Des 2014 10:52 WIB
52 Orang Tewas dalam Rentetan Serangan Militan Bodo di India
New Delhi, - Setidaknya 52 orang tewas dalam serangkaian serangan penembakan yang dilakukan para tersangka militan Bodo di negara bagian Assam, India. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut peristiwa ini "aksi pengecut". Negara bagian Assam pun dalam kondisi siaga menyusul rentetan serangan ini.

Dalam insiden berdarah yang terjadi pada Selasa, 23 Desember malam waktu setempat ini, lima serangan terjadi di sejumlah tempat di distrik Kokrajhar dan Sonitpur.

Sumber kepolisian mengatakan seperti dilansir media India, NDTV, Rabu (24/12/2014), para korbannya adalah pria, wanita dan anak-anak yang tewas diberondong peluru senapan AK-47.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga desa yang kabur dari pembantaian itu mengatakan pada polisi, bahwa para militan datang dengan membawa senapan serbu dan memakai seragam militer. Mereka membuka paksa pintu-pintu rumah warga dan langsung melepas tembakan. Beberapa orang ditarik keluar dari rumah-rumah mereka dan ditembak dari jarak dekat.

Di sebuah desa di distrik Sonitpur, 21 orang tewas. "Mereka bahkan tidak mengampuni wanita dan anak-anak. Ada setidaknya 10 wanita di antara yang tewas," ujar perwira polisi setempat seperti dikutip Reuters.

Kepolisian India menduga serangan-serangan tersebut dilakukan para pemberontak National Democratic Front of Bodoland (Songbijit) atau NDFB(S), yang merupakan pecahan dari para militan Bodo, yang memperjuangkan wilayah terpisah dari suku asli Bodo.

Menurut kepolisian, serangan tersebut kemungkinan dimotivasi oleh pembalasan dendam. Belakangan ini, kelompok tersebut telah mengalami pukulan hebat selama operasi yang dilancarkan aparat keamanan. Bentrokan terakhir antara aparat dan militan adalah pada Minggu, 21 Desember lalu yang menewaskan dua militan.




(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads