Pria bernama Sangye Khar tersebut membakar dirinya di luar kantor polisi di wilayah Xiahe, provinsi Gansu, China barat. Demikian disampaikan organisasi International Campaign for Tibet (ICT) yang berbasis di Washington, AS dan Radio Free Asia (RFA) yang didanai AS.
Menurut RFA seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/12/2014) yang mengutip sumber-sumber lokal, pria berumur 33 tahun itu membakar dirinya di kota Amuqu pada Selasa (16/12) pagi waktu setempat. Aksi bakar diri itu dilakukan sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah China di wilayah-wilayah Tibet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi-aksi tersebut mencapai puncaknya menjelang kongres lima tahunan partai berkuasa, Partai Komunis pada November 2012 lalu. Aksi-aksi bakar diri itu terus berkurang dalam beberapa bulan terakhir.
Banyak warga Tibet di China menuding pemerintah Beijing melakukan penekanan agama dan budaya mereka, seiring meningkatnya warga etnis mayoritas Han yang pindah ke wilayah-wilayah yang dihuni warga Tibet.
(ita/ita)











































