Selama ini Tsarnaev ditahan di rumah sakit penjara Fort Devens, sekitar 70 kilometer dari pengadilan federal di Boston, tempat dirinya akan diadili. Pemuda berumur 21 tahun itu tak pernah muncul di depan publik sejak mengaku tak bersalah pada Juli 2013 lalu.
Tsarnaev menghadapi hukuman mati atas serangan bom saat event Boston Marathon pada 15 April 2013. Serangan itu disebut-sebut sebagai serangan paling serius di AS sejak tragedi 11 September 2001.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tsarnaev dan kakak laki-lakinya, Tamerlan dituduh sebagai pelaku pengeboman di Boston, yang menewaskan tiga orang dan melukai 264 orang tersebut. Tamerlan tewas dalam baku tembak dengan polisi yang mengejar saat keduanya mencoba kabur dari wilayah Boston, beberapa hari setelah pengeboman. Sedangkan Dzhokhar yang terluka, ditangkap saat bersembunyi di sebuah kapal.
Tiga bulan kemudian, yakni pada Juli 2013, Dzhokhar muncul di pengadilan federal di Boston dengan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye. Sebanyak 30 dakwaan dibacakan untuknya. Ini termasuk konspirasi menggunakan senjata pemusnah massal, yang mengakibatkan kematian dan pengeboman di tempat publik yang menyebabkan kematian. Dia mengaku tak bersalah atas semua dakwaan yang dijeratkan padanya.
(ita/ita)











































