Penyandera dilaporkan menyampaikan pesan kepada sandera, yang sudah menghubungi 3 media untuk meminta dua hal tersebut, demikian dilansir CNN, Senin (15/12/2014).
Tidak disebutkan sandera yang mana yang menyampaikan pesan sang penyandera itu. Sebelumnya, sudah ada 5 sandera yang tampak keluar dan lari dari Lindt Chocolate Cafe itu.
Soal bendera, sebelumnya, dosen politik Timur Tengah senior dari Monash University, Ben MacQueen menjelaskan kalimat yang ada dalam bendera yang tampak dalam Lindt Chocolate Cafe bertuliskan syahadat, pernyataan keimanan dalam Islam yang merupakan salah satu dari 5 rukun Islam. MacQueen mengatakan, bendera dengan kalimat syahadat itu lazim digunakan di Timur Tengah, dan bendera yang ditunjukkan bukanlah ciri ISIS.
"Bendera hitam itu telah digunakan sejak awal 1990, itu bukan bendera ISIS. Bendera itu telah digunakan akhir-akhir ini, sebagai contoh kelompok pemberontak Chechnya," kata MacQueen seperti dikutip dari SMH.com.au, Senin (15/12/2014).
Font bendera ISIS pendek-pendek, sedangkan bendera yang ditempelkan di jendela Kafe Lindt memiliki font dengan huruf arab yang panjang.
Bendera ISIS diketahui memiliki variasi tulisan Syahadat dengan latar berwarna hitam, namun paragraf kedua dari syahadat yakni "Muhammad utusan Alloh' dihapuskan. - See more at: https://www.australiaplus.com/indonesian/2014-12-15/pelaku-penyanderaan-di-sydney-tidak-gunakan-bendera-isis/1399359#sthash.YACgBonB.dpuf
MacQueen menganalisa bahwa sang penyandera kemungkinan adalah anak muda yang tidak cerdas, dan dengan perlengkapan yang mereka dapat mereka mengasosiasikan diri mereka beraliansi dengan ISIS.
"Jika ini diidentikkan dengan organisasi yang berpusat di Suriah atau Irak (ISIS), mereka tidak akan menggunakan bendera itu," jelas MacQueen.

(Grafis: smh.com.au)
(nwk/ita)











































