Dosen politik Timur Tengah senior dari Monash University, Ben MacQueen menjelaskan kalimat yang ada dalam bendera yang tampak dalam Lindt Chocolate Cafe bertuliskan syahadat, pernyataan keimanan dalam Islam yang merupakan salah satu dari 5 rukun Islam. MacQueen mengatakan, bendera dengan kalimat syahadat itu lazim digunakan di Timur Tengah, dan bendera yang ditunjukkan bukanlah ciri ISIS.
"Bendera hitam itu telah digunakan sejak awal 1990, itu bukan bendera ISIS. Bendera itu telah digunakan akhir-akhir ini, sebagai contoh kelompok pemberontak Chechnya," kata MacQueen seperti dikutip dari SMH.com.au, Senin (15/12/2014).
Bendera yang tampak di Kafe Lindt itu, menurut MacQueen lebih detail tulisan huruf Arabnya dibanding bendera ISIS. Simbol ISIS, dengan jenis huruf berbeda, menyatakan bahwa ISIS akan mengembalikan kekhalifahan.
"Banyak negara-negara muslim telah memakai bendera berlatar belakang hitam. Di Afghanistan, balik ke Abad 20, juga menggunakan bendera berlatar belakang hitam," jelas MacQueen.
MacQueen menganalisa bahwa sang penyandera kemungkinan adalah anak muda yang tidak cerdas, dan dengan perlengkapan yang mereka dapat mereka mengasosiasikan diri mereka beraliansi dengan ISIS.
"Jika ini diidentikkan dengan organisasi yang berpusat di Suriah atau Irak (ISIS), mereka tidak akan menggunakan bendera itu," jelas MacQueen.

(Grafis: smh.com.au)
(nwk/ita)











































