Menurut pejabat-pejabat pemerintah, para tahanan di penjara David Viloria di negara bagian Lara, Venezuela barat menerobos masuk ke bangsal rumah sakit di penjara tersebut pada 24 November lalu. Ini terjadi setelah aksi protes menuntut kondisi penjara yang lebih baik, menjadi tak terkendali.
Dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/12/2014), pemerintah Venezuela menyatakan, total 148 tahanan menjadi mabuk setelah mengkonsumsi obat-obat termasuk antibiotik dan pereda demam. Dari jumlah itu, sebanyak 48 orang tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Pengawas Penjara Venezuela tengah mengumpulkan keterangan dari para kerabat tahanan terkait kematian massal tersebut. Sejumlah kerabat menyebutkan bahwa para tahanan diracun dengan makanan dan minuman yang dibawa dari luar penjara.
Insiden ini kian menunjukkan buruknya kondisi penjara-penjara di Venezuela. Selain kerap mengalami huru-hara, senjata dan narkoba juga banyak beredar di penjara-penjara.
Pada tahun 2013 lalu, kerusuhan berdarah juga terjadi di penjara David Viloria tersebut dan menewaskan sekitar 50 orang.
(ita/ita)










































