Demikian disampaikan pihak NIH dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/12/2014). NIH tidak merilis nama maupun jenis kelamin perawat tersebut.
Perawat tersebut terinfeksi penyakit Ebola saat menjadi relawan di pusat pengobatan Ebola di Sierra Leone. Namun tidak disebutkan kapan dia terkena virus mematikan tersebut. Juga tidak disebutkan mengenai kondisinya saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat klinis NIH merupakan satu dari 35 institusi yang ditunjuk sebagai pusat pengobatan Ebola, awal bulan ini oleh pemerintah AS. NIH sebelumnya telah merawat seorang perawat yang terinfeksi Ebola di Texas, AS.
Pusat-pusat klinis tersebut dirancang untuk memiliki kemampuan isolasi tingkat tinggi dan para stafnya adalah para ahli perawatan kritis dan penyakit menular.
(ita/ita)











































