Mengerikan! Satu keluarga di Pakistan dibantai gara-gara konflik yang terjadi 28 tahun lalu. Seorang wanita berusia 60 tahun dan suaminya, serta ketiga anak mereka tewas dibunuh dengan kapak di kediaman mereka.
Pelaku pembunuhan diketahui merupakan anggota keluarga dari pihak istri. Motifnya diduga sebagai aksi balas dendam karena wanita tersebut tetap menikah meskipun dilarang oleh keluarganya. Demikian disampaikan kepolisan setempat dan dilansir Reuters, Kamis (11/12/2014).
Tidak disebut identitas pasangan suami-istri yang tewas, maupun anak-anak mereka. Polisi hanya menuturkan, tiga anak yang tewas terdiri atas dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada polisi, gadis tersebut mengidentifikasi pelaku pembunuhan sebagai anggota keluarga dari ibunya.
Polisi setempat, Muhammad Aslam dari kantor polisi Athara Hazari di Jhang menyampaikan keterangan sang gadis yang menyebut serangan ini merupakan balas dendam atas pernikahan ibu dan ayahnya, yang masih saudara sepupu, pada 28 tahun lalu.
Menurut Aslam, ada empat pelaku yang datang dari Islamabad dengan membawa senjata berupa parang dan kapak. Para pelaku masuk ke dalam rumah korban yang ada di kota Jhang ini.
"Gadis itu memberitahu kami, 'Kami berusaha saling menyelamatkan satu sama lain, tapi tidak bisa karena mereka bersenjata," tutur polisi tersebut.
Namun terlepas dari keterangan korban, tidak diketahui pasti mengapa keluarga pihak istri harus menunggu 28 tahun untuk melakukan serangan ini.
(nvc/ita)











































