Yu Long hendak terbang ke China via Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey pada November lalu. Petugas bea cukai menemukan dokumen mencurigakan di dalam tas koper Yu.
Dokumen tersebut memuat rumus persamaan dan hasil tes yang digunakan untuk mengembangkan titanium bagi pesawat militer AS. Dua hari setelah temuan dokumen tersebut, Yu Long ditangkap di Ithaca, New York. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (10/12/2014).
Otoritas pertahanan AS semakin waspada dalam beberapa tahun terakhir, karena meningkatnya upaya negara-negara seperti China, Rusia dan beberapa negara lainnya untuk mendapatkan akses ke dalam teknologi militer AS.
Antara tahun 2008 hingga awal tahun ini, Yu Long bekerja sebagai teknisi senior bagi kontraktor pertahanan di Connecticut, AS. Pekerjaannya fokus pada mesin F119 dan F135 yang banyak digunakan dalam pesawat tempur AS.
Mesin tersebut diproduksi oleh United Tecnologies Corp. Dituturkan sumber yang memahami kasus ini, Yu Long bekerja pada bagian United Technologies Research Center, yang melakukan penelitian bagi para konglomerat setempat.
Menanggapi kasus ini, pihak perusahaan enggan berkomentar banyak, namun menegaskan akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.
(nvc/ita)











































