ISIS yang merupakan pecahan jaringan Al-Qaeda ini, menjadi sorotan karena aksi kejinya di Irak dan Suriah. Seringkali, ISIS merekam aksi pemenggalan tahanan dan sandera mereka, kemudian diunggah secara online.
Nasser bin Ali al-Ansi dari militan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) menyatakan, kelompoknya melarang aksi semacam itu. Komentar ini disampaikan Ansi dalam video yang diposting via Twitter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan adegan yang tidak kami terima dan kami tolak dengan tegas," imbuhnya tanpa menyebut langsung nama ISIS.
"Nabi Muhammad, damai atas dirinya dan keluarganya, telah memerintahkan kami untuk baik dalam segala hal, bahkan saat membunuh, dan bukan bagian dari kebaikan untuk merekam pemenggalan dan pembunuhan dan menampilkannya ke publik, di mana putra dan putri dari orang-orang yang dibunuh itu bisa melihat," imbuhnya dalam bahasa Arab.
"Ini merupakan beberapa hal paling buruk," tegas Ansi.
AQAP yang selama ini dianggap sebagai salah satu cabang jaringan Al-Qaeda paling aktif, diketahui telah banyak menyerang pemerintah dan tentara Yaman, serta target Barat di negara yang ada di Teluk Arab tersebut.
Pemimpin veteran ini menyatakan, kelompoknya melarang pemenggalan setelan insiden terbaru di saat anggotanya terlihat menggunakan pisau untuk memenggal tentara Yaman dan memenggal satu pejuang muslim Syiah Houthi.
Namun ketika ditanya soal pemenggalan dan penembakan sejumlah paramedis di rumah sakit Kementerian Pertahanan Pertahanan Yaman pada Desember 2013 lalu, yang terekam dalam video dan beredar online, Ansi menyebutnya sebagai aksi individu.
"Pemenggalan semacam itu terbatas dan tergolong aksi individu, dan kami akan mencegah aksi itu terulang," jawabnya.
(nvc/mad)











































