Pasukan khusus AS dengan dibantu militer Yaman melakukan penggerebekan di desa Dafaar, Provinsi Shabwa yang merupakan markas kuat militan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) yang sebelumnya mengklaim menyandera warga AS bernama Luke Somers.
Seperti dilansir Reuters, Senin (8/12/2014), operasi militer yang dilakukan pada Sabtu (6/11) tersebut juga menewaskan beberapa anggota AQAP. Namun sayangnya Luke Somers (33) dan seorang sandera lainnya, Pierre Korkie (56) yang merupakan guru asal Afrika Selatan telah ditembak mati terlebih dahulu oleh AQAP, sebelum berhasil dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan media sosial juga menyebut adanya 6 orang warga setempat yang tewas dalam operasi tersebut.
Kementerian Pertahanan Yaman menyebut komandan AQAP yang tewas tersebut bernama Jamal Mubarak al-Hard al-Dghari al-Awlaki atau yang juga memiliki nama lain Mubarak al-Harad. Otoritas Yaman menyebut sebagai pemimpin kelompok sayap AQAP.
Pasca operasi pembebasan sandera yang gagal ini, diperkirakan masih ada dua sandera lainnya yang berada di tangan AQAP, namun tidak diketahui kerwarganegaraannya.
AQAP yang dibentuk tahun 2006 lalu merupakan gabungan dari jaringan Al-Qaeda cabang Yaman dan Arab Saudi. AS sendiri melihatnya sebagai salah satu militan berbahaya. AQAP yang berbasis di Yaman ini setia pada jaringan Al-Qaeda di dunia yang didirikan oleh mendiang Osama bin Laden.
Meskipun kiprahnya nyaris sama, namun AQAP terang-terang mengecam keberadaan ISIS yang kini merajalela di Irak dan Suriah. Namun demikian, sejumlah sumber dari negara Barat dan kawasan Teluk meyakini adanya hubungan antara kedua kelompok militan keji tersebut.
"AQAP dan Daesh (ISIS) pada dasarnya organisasi yang sama tapi memiliki metode eksekusi dan taktik yang berbeda," ucap seorang pejabat intelijen senior Yaman.
(nvc/asp)











































