Seperti dilansir AFP, Jumat (5/12/2014), jasad wanita bernama Charlotte Bevan (30) ini ditemukan di jurang di wilayah Avon Gorge pada Rabu (3/12) waktu setempat. Bevan ditemukan sekitar 2 hari setelah menghilang dari rumah sakit setempat.
Bevan yang diyakini menderita schizophrenia dan depresi ini, meninggalkan St Michael's Hospital di Bristol pada Selasa (2/12) malam bersama bayinya Zaani Tiana, yang saat itu baru berusia 4 hari.
Rekaman CCTV rumah sakit menunjukkan Bevan meninggalkan rumah sakit secara diam-diam tanpa memakai mantel dan hanya mengenakan sandal rumah sakit. Dia menggendong bayinya yang hanya terbungkus selimut, padahal cuaca sangat dingin.
Jasad sang bayi baru ditemukan pada Kamis (4/12) waktu setempat. Tidak diketahui pasti bagaimana Bevan dan bayinya meninggal.
Dalam keterangannya, juru bicara University Hospitals Bristol yang mengelola rumah sakit tersebut, menyatakan akan melakukan peninjauan ulang atas prosedur perawatan dan penanganan yang diterima Bevan dan bayinya. Tidak diketahui pasti bagaimana bisa Bevan keluar rumah sakit tanpa diketahui petugas penjaga.
"Kami sangat sedih mendengar kabar meninggalnya Charlotte Bevan dan menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarganya," ucap juru bicara tersebut.
"Sementara masih belum jelas bagaimana Charlotte meninggal, kami akan melakukan peninjauan ulang secara menyeluruh atas perawatan yang diterima Charlotte dan bayinya untuk melihat apakah sebenarnya ada yang bisa kami lakukan untuk mencegah kematian tragis ini," imbuhnya.
Menurut juru bicara ini, Bevan baru diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Kamis (4/12) waktu setempat, dan dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda ingin meninggalkan rumah sakit lebih awal.
(nvc/ita)











































