Seorang warga negara Amerika Serikat muncul dalam video militan di Yaman sebagai seorang sandera. Video tersebut dirilis oleh militan Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) yang bermarkas di Yaman.
Pria yang diidentifikasi bernama Luke Somers tersebut, tampil dalam video yang dirilis AQAP pekan ini dan dia memohon diselamatkan dalam video tersebut. Demikian seperti dilansir CNN dan Reuters, Kamis (4/12/2014).
Muncul dalam video yang sama, anggota AQAP Nasser bin Ali al-Ansi mengancam akan membunuh Somers jika pemerintah AS tidak memenuhi permintaan mereka. Namun anehnya, Ansi tidak menyebut permintaan yang dimaksud dan mengklaim bahwa pemerintah AS tahu benar apa permintaan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperingatkan Obama (Presiden Barack Obama-red) dan pemerintah AS atas konsekuensi dari tindakan bodoh lainnya," tegas Ansi dalam video tersebut.
"Kami memberikan waktu kepada pemerintah AS selama 3 hari sejak dikeluarkannya pernyataan ini, untuk memenuhi permintaan kami yang mereka sendiri tahu; atau sebaliknya, warga AS yang kami sandera akan menghadap ajal," imbuhnya.
Dalam video tersebut, Somers juga memberi pernyataan singkat soal identitas dirinya serta memohon bantuan agar diselamatkan.
"Nama saya Luke Somers. Saya berusia 33 tahun. Saya lahir di Inggris, tapi memegang kewarganegaraan Amerika dan tinggal di Amerika selama hidup saya," ucapnya.
Somers yang seorang jurnalis foto ini, diculik militan di Yaman pada September 2013 lalu. Dia tidak ikut diselamatkan tentara AS dalam operasi militer pekan lalu yang dilakukan bersama militer Yaman.
Ada delapan sandera yang diselamatkan dalam operasi tersebut, sedangkan tujuh anggota militan yang juga pelaku penculikan tewas dalam baku tembak. Namun diketahui ada lima sandera lainnya, termasuk Somers yang dipindahkan ke lokasi lain sekitar 2 hari sebelum pasukan gabungan AS dan Yaman menyerbu lokasi.
(nvc/ita)











































